Metode Ilmiah vs Proses Desain Rekayasa


Metode Ilmiah vs Proses Desain Rekayasa – Sementara para ilmuwan mempelajari cara kerja alam, para insinyur menciptakan hal-hal baru, seperti produk, situs web, lingkungan, dan pengalaman. Karena insinyur dan ilmuwan memiliki tujuan yang berbeda, mereka mengikuti proses yang berbeda dalam pekerjaan mereka.

Metode Ilmiah vs Proses Desain Rekayasa

mitretek – Para ilmuwan menggunakan metode ilmiah untuk melakukan eksperimen. Di sisi lain, Insinyur mengikuti proses desain berbasis kreativitas.

Baca Juga : 6 Fakta Tentang Tenaga Kerja STEM Amerika 

Mengapa ada dua proses?

Baik ilmuwan maupun insinyur berkontribusi pada dunia pengetahuan manusia, tetapi dengan cara yang berbeda. Para ilmuwan menggunakan metode ilmiah untuk membuat penjelasan dan prediksi yang dapat diuji tentang dunia. Para ilmuwan mengajukan pertanyaan dan merancang eksperimen atau serangkaian eksperimen untuk menjawabnya.

Insinyur menggunakan proses desain untuk mengembangkan solusi untuk masalah. Insinyur mengidentifikasi kebutuhan spesifik. Siapa yang butuh apa dan mengapa? Dan dia menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhannya.

Proses mana yang harus saya ikuti untuk proyek saya?

Dalam kehidupan nyata, perbedaan antara sains dan teknik tidak selalu jelas. Para ilmuwan sering melakukan beberapa pekerjaan teknik, dan para insinyur sering menerapkan prinsip-prinsip ilmiah, termasuk metode ilmiah. Banyak dari apa yang sering kita sebut “ilmu komputer” sebenarnya adalah rekayasa—programmer yang menciptakan produk baru. Proyek Anda mungkin berada di area abu-abu antara sains dan teknik, dan tidak apa-apa. Banyak proyek, bahkan jika berhubungan dengan teknik, dapat dan harus menggunakan metode ilmiah.

Namun, jika tujuan proyek Anda adalah untuk menciptakan produk, program komputer, pengalaman, atau lingkungan baru, maka masuk akal untuk mengikuti proses desain teknik.

Perbedaan antara Insinyur & Ilmuwan

Banyak orang berpikir bahwa tidak ada perbedaan antara seorang ilmuwan dan seorang insinyur, sementara yang lain berpikir bahwa kedua karir itu benar-benar terpisah satu sama lain. Secara umum, sains adalah studi tentang dunia fisik, di mana teknik menerapkan pengetahuan ilmiah untuk merancang proses, struktur, dan peralatan.

Baik insinyur maupun ilmuwan membutuhkan pengetahuan yang kuat tentang sains, matematika, dan teknologi, tetapi para insinyur cenderung menerapkan prinsip-prinsip ini untuk merancang solusi kreatif.

Seorang ilmuwan akan menjalani pelatihan ilmiah dan bekerja dalam sains sedangkan seorang insinyur akan dilatih semata-mata seperti itu. Perbedaan praktis terletak pada tingkat pendidikan dan deskripsi pekerjaan yang dilakukan. Para ilmuwan menjelajahi dunia alami serta menemukan hal-hal baru mengenai alam semesta dan cara kerjanya, tetapi para insinyur menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari untuk memecahkan masalah nyata, seringkali biaya, efisiensi, dan keterbatasan lainnya.

Namun, ada tumpang tindih yang kuat antara dua karir dan industri. Anda mungkin menemukan ilmuwan yang merancang dan membangun peralatan, dan Anda juga mungkin menemukan insinyur yang membuat penemuan ilmiah penting dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Misalnya, teori informasi didirikan oleh Claude Shannon, yang dikenal sebagai insinyur teoretis.

Rekayasa adalah ilmu, meskipun ada beberapa hal yang membedakannya sebagai industri.

  • Para ilmuwan mengamati dunia, sementara para insinyur fokus pada penciptaan. Kedua bidang tersebut memerlukan pengamatan dan analisis, meskipun teknik berhubungan dengan membuat dan mengerjakan kreasi yang sudah ada.
  • Rekayasa lebih spesifik daripada sains. Teknik berurusan dengan berbagai masalah dan topik, tetapi dipersempit menjadi studi tentang bagaimana segala sesuatunya bekerja. Sains adalah subjek yang jauh lebih luas.
  • Sains menciptakan pertanyaan. Rekayasa menciptakan jawaban. Secara umum, sains berurusan dengan mengamati dan menghasilkan teori, sementara teknik membantu menguji teori-teori ini.

Meskipun sains dan teknik pada akhirnya adalah dua bidang yang terpisah, keduanya berjalan beriringan dan berada di bawah keluarga studi yang sama. Oleh karena itu, mereka yang tertarik pada sains mungkin akan menjadi penggemar teknik juga.